Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Sastra Lama / Sastra Klasik / Sastra Melayu Beserta Contoh dan Cara Perkembangannya

Pengertian Sastra Lama / Sastra Klasik / Sastra Melayu Beserta Contoh dan Cara Perkembangannya -  Kata sastra meupakan kata dasar dari kata kesusastraan yang sering kita dengar pada umumnya. Namun demmikian jika di kaji lebih jauh, ternyata kata sastra itu sendiri memilik bentuk kata dasar sendiri sebagai bahasa serapan.

Pengertian Sastra Lama / Sastra Klasik / Sastra Melayu Beserta Contoh dan Cara Perkembangannya


Arti Kata Sastra

Sebelum jauh membahas tentang sastra lama melayu / klasik, ada baiknya kita ingat kembali pengertian sastra itu sendiri. Sastra merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Sansekerta (Shastra) yang kemudian disebut sastra.

Kata sastra itu sendiri berasal dari kata dasar sas yang berarti instruksi atau ajaran.
Jadi kata sastra itu sendiri sebenarnya memiliki arti "teks yang mengandung instruksi atau pedoman."

Di dalam bahasa Indonesia kata sastra ini merujuk pada kata kesusastraan yang berarti semua tulisan yang memiliki arti dan keindahan. Kemudian kesusastraan dibagi lagi menjadi dua yaitu sastra tertulis dan sastra lisan. 

Sastra juga dibagi menurut letak geografisnya karena perbedaan bahasa pada tiap daerah. Oleh karenanya muncul salah satunya sastra melayu tersebut. Sedangkan istilah klasik pada sastra melayu klasik ini merujuk pada waktu terciptanya sastra itu sendiri.

"Dengan demikian sastra melayu klasik merupakan seluruh hasil karya sastra berbahasa Melayu yang berkembang dan tersebar di daerah - daerah yang menggunakan bahasa Melayu pada sekitar abad ke-18."

Sebuah karya sastra memang sangat dipengaruhi oleh kondisi masyarakat pada masanya, tidak terkecuali dengan karya sastra lama Melayu ini.
Karya sastra Melayu juga dipengaruhi beberapa hal sebagai berikut :
1. Merupakan masyarakat yang masih memegang adat istiadat.
2. Cenderung tertutup dan membatasi dari pengaruh luar.
3. Terikat pada kepecayaan.

Ciri Sastra Lama melayu

Karena hal yang demikian tersebut maka mengakibatkan karya sastra lama Melayu ini bersifat statis dengan ciri sebagai berikut :
  1. Berisikan hal - hal yang bersifat fantasi dan istana sentris
  2. Banyak menggunakan bahasa klise
  3. Biasanya dimulai dengan kalimat - kalimat seperti "kata sahibul hikayat" atau "konon kabarnya". Dan di akhiri dengan wallahu a'alam bissawab. Pada tiap alinea baru biasanya dimulai dengan kata "hatta, alkisah, syahdan, arkian"  dan sebagainya.
  4. Untuk karya berupa puisi terikat oleh syarat tertentu.
  5. Jarang sekali mencantumkan nama pengarang atau pencipta (anonim).


Contoh Karya Sastra Lama Melayu

Contoh dari karya sastra lama ini antara lain adalah berupa cerita sebagai berikut :
  1. Cerita / Dongeng Kepercayaan, dongeng kepercayaan ini biasanya adalah cerita yang dikait - kaitkan dengan takhayul. Contohnya : Kyai Ageng Sela, Harimau Jadi - Jadian, Gerhana Bulan
  2. Kata - kata Pantangan, kata pantangan adalah kata - kata yang menurut kepercayaan tidak boleh diucapkan ketika menghadapi situasi tertentu. Contohnya : Jika didalam hutan, orang tidak boleh mengucapkan kata harimau agar binatang tersebut tidak muncul. Lalu menggantinya dengan sebutan "Kyaine".
  3. Cerita / Dongeng Binatang (Fabel). Fabel merupakan salah satu bentuk cerita berkategori dongeng namun dengan menggunakan binatang sebagai pelakunya. Namun demikian didalam fabel ini juga terdapat banyak sekali ajaran - ajaran yang mereka selipkan dalam setiap kisah binatang tersebut. Fabel biasanya diceritakan oleh orang tua kepada anak untuk menasehati secara halus.


Perkembangan dan penyebaran karya sastra lama Melayu

Karya sastra lama Melayu berkembang dengan cara - cara sebagai berikut yaitu :  
  1. Lisan yaitu cerita dari mulut ke mulut. Sumber kesusastraan lama lisan adalah berupa : mantra - mantra, alim ulama dan lain - lain.
  2. Tertulis yaitu melalui tulisan - tulisan yang tertuang dalam batu tertulis, bahan pustaka lama (lontar, kayu, kulit kayu, dll).


Demikian artikel tentang pengertian sastra lama Melayu serta contoh dan perkembangannya. Semoga bermanfaat.

Untuk pembahasan tentang sastra lisan dan sastra tulisan akan kita bahas pada artikel selanjutnya. Terima kasih.