Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Sastra Lisan Lengkap Dengan Ciri Dan Contohnya

Pengertian Sastra Lisan Lengkap Dengan Ciri Dan Contohnya - Perbedaan mendasar karya sastra lisan dan karya sastra tulisan adalah karena penyebarannya. Hal tersebut juga sangat dipengaruhi oleh teknologi yang berkembang pada masanya.


Pengertian Sastra Lisan Lengkap Dengan Ciri Dan Contohnya


Sastra tulis pada masyarakat Melayu mulai berkembang tepatnya yaitu saat mulai masuknya pengaruh Islam di Melayu. Karena perkembangan baca dan tulis huruf Arab. Dan mulai saat itu mulailah ditulis karya - karya sastra dalam bahasa Melayu akan tetapi dengan huruf Arab. Dan masuk kedalam kategori karya sastra lama Melayu

Namun demikian pada akhirnya sastra - sastra yang dihasilkan sebagai karya lisan tersebut didokumentasikan pula kedalam sastr tertulis.

Perbedaan Sastra Lisan Dan Tulis

Pengertian Sastra Lisan

Yaitu kesusastraan yang hanya dituturkan saja dari mulut kemulut untuk dihayati secara bersama - sama pada peristiwa tertentu dengan maksud dan tujuan tertentu pula. 

Peristiwa - peristiwa yang dimaksud biasanya terkait dengan upacara - upacara keadatan misalnya sebagai berikut : 
  • Upacara perkawinan
  • Upacara kelahiran bayi
  • Upacara menanam dan menuai padi
Jenis sastra ini begitu digemari oleh masyarakat pada jamannya karena kandungan nya yang berisi gagasan, pemikiran, ajaran dan doa atau pengharapan. Sastra lisan juga memiliki fungsi strategis dalam membentuk kondisi sosial masyarakat melalui masing - masing individu.

Sastra lisan ini biasanya disampaikan oleh seorang guru kepada muridnya, para pencerita kepada para pendengarnya dan ada juga antara sesama warga masyarakat didalam pergaulan keseharian. Hal inilah yang akirnya memunculkan istilah sastra isan sebagai sastra rakyat, karena muncul dan berkembang di masyarakat biasa.

Bentuk Sastra Lisan

Sastra Lisan pada awal mulanya adalah berupa ikatan bahasa yang berfungsi untuk memperoleh kesaktian, hal ini bisa dicontohkan misalnya adalah mantra yang diucapkan oleh para pawang. 

Pawang adalah orang yang pandai dalam hal - hal terkait pemujaan pada waktu itu. Mereka memiliki tugas - tugas antara lain sebagai berikut : 
  • Memimpin dalam upacara adat misalnya, upacara selamatan, bercocok tanam, berlayar, berburu dan upacara adat lainnya.
  • Sebagai orang yang dipercaya memiliki tenaga gaib dan dapat berkomunikasi dengan hal - hal gaib. Mereka biasanya dipercaya dapat mengusir roh - roh jahat dan sebagainya.
  • Dipercaya sebagai kepala adat, hal ini berkaitan dengan kesaktian yang dimiliki.
  • Sebagai juru bahasa, hal ini berkaitan dengan penyambutan tamu misalnya dan penyampai berita kepada masyarakat.

Sastra lisan juga berbentuk cerita yang difungsikan untuk hiburan, misalnya berupa cerita - cerita pelipur lara, pantun curahan isi hati, sindiran dan peribahasa.

Penglipur lara merupakan sebutan bagi golongan masyarakat yang memiliki tugas menghibur masyarakat melalui cerita - cerita mereka, sedangkan cerita mereka sering disebut sebagai pelipur lara.

Cerita pelipur lara ini memiliki ciri - ciri sebagai berikut : 
  1. Berisi kisah - kisah fantasi
  2. Ceritanya berkisah tentang petualangan raja - raja baik didarat mupun ketika di laut.
  3. Diawalai dengan silsilah nenek moyangnya. Sebagaian besar menceritakan peranan Nenek Kabayan sebagai perantara dalam percintaan.
  4. Penyusunan bahasa yang berirama atau prosa liris dengan lukisan pendek - pendek, memilih dengan suara kata yang sama, berupa lukisan klise.
Contoh cerita pelipur lara ini antara lain adalah : 
  1. Si Umbut Muda
  2. Kaba Sabai nan Aluih
  3. Hikayat Malim Dewa
  4. Hikayat Raja Muda
  5. Hikayat Anggun Cik Tunggal
  6. Hikayat Awang Sulung Merah Muda

Jenis - Jenis Sastra Lisan

Untuk jenis sastra lisan ini sendiri dapat dirinci sebagai berikut

Dodoi atau nyanyian budak (lullabies)

Dodoi ini adalah sebuah lagu dengan genre klasik Melayu Nusantara. Dipercaya sebagai nyanyian rakyat yang paling tua di Nusantara. Tema lagu mereka ini beraneka ragam sesuai dengan kondisi hidup keseharian mereka. 

Secara umum terdapat empat aspek mendasar yang terdapat dalam lagu dodoi ini yaitu :  
  1. Aspek pembelajaran bahasa, 
  2. Aspek permainan anak - anak, 
  3. Aspek pesan nilai dan norma kehidupan
  4. Aspek keagamaan.
Contoh dari dodoi ini adalah nyanyian ketika seorang ibu menimang anaknya yang akan berangkat tidur, lagu ini akan dinyanyikan dengan suara yang lembut dan mendayu - dayu hingga anaknya tertidur.

Mantra pengobatan

Mantra - mantra ini sesungguhnya merupakan kalimat yaang timbul sebagai kepercayaan bahwa penyakit tidak hanya timbul karena hal nyata, akan tetapi juga karenahal gaib. Karenanya ada istilah mantra yang berarti kalimat yang apabila diucapkan dapat menimbulkan kekuatan gaib seperti menyembuhkan penyakit dan mengusir roh - roh jahat.

Maantra ini lebih erat hubungannya dengan kepercayaan masyarakat itu sendiri, karenanya mungkin akan berbeda pada setiap daerah tersebut meskipun sama dalam adat Melayu.

Contoh mantra ini antara lain adalah sebagai berikut : 
Mantra ketika meramu obat : Bismillahirahmanirrahim, bilang - bilang topi ayiar, Den lantiang jo tana buku, solang tulang lai cayiar kok kunun dagiang nan sabuku. Kobual Allah kobual Muhammad kobual bagindo Rosulullah, barokat guru aku dan doaku barokat lailahailallah.

Nyanyi Koba / panjang

Nyanyi panjang adalah jenis sastra lisan yang bercorak naratif (cerita), dipertunjukkan dengan cara dinyanyikan atau dilagukan dalam durasi yang panjang / lama.

Jenis nyanyi panjang ini dibagi lagi menjadi dua yaitu :
  1. Nyanyi panjang tombo, yaitu jenis nyanyi panjang yang disakralkan karena dalam ceritanya biasanya mengandung unsur sejarah, hukum dan aturan adat istiadat.
  2. Nyanyi panjang biasa, yaitu berisi cerita - cerita yang bersifat umum selain sejarah, hukum dan aturan adat.

Cerita rakyat

Cerita rakyat adalah cerita turun temurun yang merupakan ekspresi budaya masyarakat dan disampaikan melalui bahasa tutur atau lisan.

Ciri - ciri dari cerita rakyat ini adalah sebagai berikut : 
  1. Dewariskan secara turun temurun pada daerah tertentu.
  2. Bersifat lisan, tidak ada sumber literatur tertulis untuk cerita tersebut.
  3. Nama penciptanya biasanya juga tidak diketahui.
  4. Bersifat sederhana, apa adanya dan spontan.
Pada umumnya cerita rakyat ini menceritakan mengenai asal muasal terjadinya sesuatu hal. Dan ditokohkan dalam berbagai macam, dapat berupa binatang, manusia, dewa, pohon dan sebagainya.

Cerita rakyat ini menjadi cerita yang paling digemari masyarakat karena bahasa yang lugas, sederhana, menghibur dan banyak mengandung ajaran budi pekerti atau pendidikan moral.

Contoh sastra lisan ini adalah:

  1. Cerita asal - usul (dongeng gerhana bulan)
  2. Cerita binatang (Cerita Si Kancil, Pelanduk)
  3. Cerita jenaka (Pak Pandir, Pak Kaduk, Lebai Malang)
  4. Cerita legenda (Hang Tuah)


Dengan berkembangnya teknologi, saat ini jenis - jenis sastra lisan sudah dapat di baca dalam versi tertulis. bahkan sudah dalam buku - buku elektronik. Buku - buku seperti ini sudah dengan mudah ditemukan di perpustakaan sekolah - sekolah dan umum. Sasaran dari jenis cerita ini adalah sebagai pembelajaran moral secara halus yang dikemas dalam sebuah cerita yang menarik dan menghibur.

Demikian tulisan kali ini tentang Pengertian Sastra Lisan Lengkap Dengan Ciri Dan Contohnya semoga bermanfaat. Mohon maaf apabila dalam penulisan kata dan istilah terdapat kekeliruan. Jangan sungkan membagikan apabila tulisan ini dirasa bermanfaat. Terima kasih.