Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Johannes Kepler (1571 – 1630) Penemu Hukum Gerak Planet

Johannes Kepler (1571 – 1630) 

Kepler adalah seorang yang pertama kali menyadari bahwa orbit planet tidaklah melingkar sebagimana yang diyakini oleh para ahli sebelum dia, tetapi berbentuk agak oval atau elips atau bujur telur. Kesimpulan ini diperolehnya pada tahun 1609 setelah ia lama berkutat dengan perhitungan yang diwariskan mendiang Tycho Brahe yang menjadikannya asisten dan perhitungan tersebut terus menerus mengalami jalan buntu. Karena pengamatan Kepler terhadap planet Mars berdasarkan data peninggalan Brahe yang tak kunjung selesai, maka ia nekat menerapkan pemikirannya sendiri serta mengabadikan warisan Brahe. Ternyata pemikirannya benar, gerak putar planet berbentuk oval, bukan bundar, dan matahari tepat berada pada satu fokus. Penemuannya ini dianggap suatu revolusi di bidang astronomi dan dikenal sebagai hukum Kepler yang pertama tentang gerakan planet.

Johannes Kepler (1571 – 1630)  Penemu Hukum Gerak Planet


Hukumnya yang kedua adalah bahwa gerakan planet lebih cepat saat lebih dekat dengan matahari. Planet bergerak dalam orbit yang berbentuk oval dengan kecepatan berbeda – beda berdasarkan hukum ruang, yakni rentang garis jarak antara matahari dan planet yang meliputi luas waktu yang sama. Kepler

Selang waktu sepuluh tahun kemudian, Kepler menghasilkan hukum ketiga, yaitu makin jauh sebuah planet dari matahari, makin lama planet tersebut memutari matahari. Semua hukum ini terbukti kebenarannya. Uniknya lagi, Kepler berkesimpulan bahwa aneka kecepatan gerak setiap planet mengandung nada musikal. Ia bahkan ingin tahu planet mana yang menyenandungkan nada alto, mana yang soprano, mana yang bas, dan mana yang bernada tenor. Sungguh fantastis imajinasi ilmuwan yang juga mencintai bidang musik ini, bukan?

Kepler lahir di Wiel der Stardt, Jerman, pada tanggal 27 Desember 1571. Ayahnya seorang serdadu sewaan, suka cekcok, dan menelantarkan keluarganya pada tahun 1588 saat Kepler berusia 17 tahun. Ibunya yang pemberang pernah ditahan dengan tuduhan sebagai “dukun sihir”. Tapi, berkat perjuangan Kepler, sang ibu dibebaskan tanpa mengalami siksaan. Meski ia berasal dari keluarga berantakan dan dengan keadaan ekonomi tergolong miskin, minat belajar Kepler tak tergoyahkan. Sebagian besar biaya pendidikannya dimasa muda berasal dari beasiswa ke beasiswa.

Pada tahun 1587 ia memasuki Universitas Tubingen dan meraih sarjana sastra tiga tahun saja. Di sinilah ia berkenalan dengan seorang profesor astronomi yang kemudian membimbingnya mempelajari astronomi aliran Ptolemeo (geosentris) dan aliran Copernicus (heliosentris). Walaupun demikian, karena berasal dari keluarga Lutheran, ia memasuki jurusan teologi setelah tamat dari jurusan sastra.

Menjelang akhir pendidikannya, senat universitas memilihnya untuk menjadi guru matematika di graz, selatan Australia. Di sela kesibukannya mengajar, ia menulis buku pertama tentang astronomi pada tahun 1596. Meski teorinya meleset, kecemerlangan matematikanya memikat seorang astronom besar pada masa itu, yakni Tycho Brahe. Segera saja ia mengundang Kepler untuk jadi asisten di peneropongan bintangnya dekat Praha. Nah, seperti tercatat di atas, di sinilah ia membuat penemuan besarnya di bidang hukum gerak planet – planet. Meski tidak sempat mendapat penghargaan hingga ia wafat pada tanggal 15 November 1630, namu kelak penemuan yang ia sebut anugerah suci ini sangat membantu Newton membuat penemuan besar lainnya di bidang astronomi.


HUKUM KEPLER

Hukum I Gerak Planet :
Semua planet berputar mengelilingi matahari dalam satu lintasan berbentuk elips dan matahari menjadi salah satu titik apinya.

Hukum II Gerak Planet :
Jari – jari yang terbentuk antara matahari dengan sebuah planet akan membentuk bidang yang sama besar dalam waktu yang bersamaan.

Hukum III Gerak Planet :
Kuadrat waktu peredaran planet sebanding dengan pangkat 3 dari setengah sumbu panjang bidang lintasan planet tersebut.