Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Edward Jenner (1749 – 1823) Penemu Vaksin Penyakit Cacar

Edward Jenner (1749 – 1823) Penemu Vaksin Penyakit Cacar

Siapa saja yang lahir diatas tahun 1980 adalah termasuk anak – anak yang beruntung, karena pada tahun 1980 yang lalu Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang bernaung dibawah PBB mengumumkan bahwa dunia telah bebas dari ancaman penyakit cacar. Hal ini berarti bahwa penyakit yang mengerikan itu telah lenyap dari muka bumi ini.

Edward Jenner (1749 – 1823) Penemu Vaksin Penyakit Cacar
Cacar Pada Daun Anggur


Penyakit cacar merupakan penyakit menular. Cara penularannya dengan cara bersentuhan kepada si penderita. Tanda – tandanya ialah timbulnya bisul – bisul cacar, terutama di wajah, lalu bisul – bisul itu bernanah, bentuknya kental dan warnanya kuning kehijau – hijauan. Jika bisul – bisul itu sembuh, bekasnya menyeramkan dan menjadi cacat seumur hidup berupa lubang – lubang tipis kehitaman. Pada masa silam, kebanyakan penderita cacar meninggal dunia karena virus penyakit ini memang serakah sekali, memberi cacat atau membunuh. Namun, orang yang pernah menderita penyakit cacar tidak akan lagi tertular. Ia menjadi kebal seumur hidup terhadap penyakit ini.

Di saat merajalelanya virus ini, pada pertengahan abad ke -18, tepatnya tanggal 17 Mei 1749, lahirlah seorang pahlawan yang siap memberantasnya, yakni Edward Jenner dari Berkeley Inggris. Ia mendapat pendidikan awal di rumah lalu melanjutkannya di sekolah dasar desa. Pada saat masih berusia 12 tahun, Jener sudah magang selama sembilan tahun dengan seorang ahli bedah, Daniel Ludlow dari Sodbury.

Tahun 1770 Jenner berangkat ke London untuk belajar ilmu bedah kepada John Hunter, tentu bukan dalam jalur sekolah formal, tetapi sebagai murid pribadi. Pendidikan kesehatan diperolehnya di Rumah Sakit St. George. Di samping itu, ia juga mengikuti kuliah – kuliah secara resmi pada bidang anatomi, kebidanan, serta praktik media yang diberikan oleh dosen – dosen terbaik pada masa itu. Pada tahun 1773 ia kembali ke Berkeley dan membuka praktik bedah serta pengobatan umum. Pada tahun 1788 ia terpilih sebagai anggota Royal Society of London, yaitu suatu perhimpunan orang – orang terkemuka Inggris. Kemudian ia mengajukan permohonan gelar medis berdasarkan pengalaman serta jaminan dua orang dokter dari Universitas St. Andrews.

Jenner merupakan penyelidik alam dan banyak melakukan pengamatan terhadap perilaku binatang. Pedoman gurunya, John Hunter, yang selalu mengatakan “ mengapa Cuma mengira –ngira, mengapa tidak melakukan eksperimen saja?” rupanya sangat berpengaruh pada pola kerja Jenner di bidang penyelidikan sejarah alam maupun vaksinasi.

Jenner kemudian mengawali eksperimennya dari peternakan Berkeley. Menurut kepercayaan petani setempat, pengidap cacar sapi akan kebal terhadap cacar. Bertolak dari kepercayaan tradisional ini, pada tanggal 14 Mei 1796, Jenner melakukan vaksinasi pertama dengan menyuntikkan bintik cacar sapi yang terdapat di seorang gadis pemerah susu ke dalam tubuh seorang bocah. Bocah itu sebelumnya diberi serum cacar. Hasilnya bocah itu ternyata sehat – sehat saja. Sejak itu vaksinasi sebagai usaha pencegahan cepat populer, berkas jasa Jenner yang tanpa pamrih disebarluaskannya. Namun, Parlemen Inggris memberinya juga balas jasa atas biaya yang dikeluarkannya berupa sejumlah uang. Jenner wafat dengan tenang pada tanggal 26 Januari 1823 di Barkeley.

Post a Comment for "Edward Jenner (1749 – 1823) Penemu Vaksin Penyakit Cacar"