Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Robert Boyle (1627 – 1691) Penemu Mentanol

Robert Boyle (1627 – 1691) Penemu Mentanol

Sebelum penemuan mentanol oleh Boyle pada tahun 1661, ilmu pengetahuan pada masa itu masih dikuasai oleh teori Aristoteles yang hidup tahun 384 – 322 SM. Menurut teori pemikir dari Sragira, Yunani Kuno ini, dalam alam hanya ada empat macam unsur, yakni tanah, udara, api dan air. Sedangkan menurut pemikir Yunani lainnya yang hidup setelah Aristoteles, yaitu Paracelsus (tahun 1493 – 1541), dalam alam hanya ada tiga unsur dasar yaitu garam, sulfur, dan merkuri. Dengan ditemukannya metanol, Boyle turut memperkaya pendapat dua pemikir terdahulu yang amat disegani di dunia ilmu pengetahuan tersebut.


Robert Boyle (1627 – 1691) Penemu Mentanol


Mentanol adalah cairan jernis berwarna biru pudar, menyala, dan sangat beracun. Cairan ini terbentuk dari proses penyulingan dari tumbuhan yang membusuk atau bisa juga dibuat dari gas air, yakni gas yang diperoleh bila batubara yang berpijar bereaksi dengan uap. Metanol berguna sebagai bahan pelarut, bahan pokok untuk pembuatan plastik, bahan bakar motor dan lain – lainnya.

Setahun setelah penemuan Metanol itu, yakni pada tahun 1662, Boyle melaporkan sifat penemuannya kepada Royal Society, kemudian laporan ini dijadikan sebagai “Hukum Boyle”.

Boyle lahir di Lismore, wilayah Waterford, Irlandia, pada tanggal 25 Januari 1627. Berkas penyelidikannya terhadap sifat – sifat gas serta pandangannya terhadap benda sebagai sel yang hidup, ia dianggap sebagai pelopor teori modern tentang unsur – unsur kimia. Ia anak ke -14 dari sebuah keluarga kaya dan berpengaruh.

Ketika usia delapan tahun, ia bersekolah di Eton College. Sejak tahun 1639 hingga 1655, ia dibimbing seorang guru pribadi sambil berkelana di seantero benua Eropa, terutama di seputar wilayah Swiss yang terkenal dengan pegunungan Alpen serta danau – danaunya yang indah permai. 

Tahun 1645 hingga 1655 Boyle bermukim di Dorset, kawasan Inggris Selatan. Di tempat ini ia mulai mengarjakan eksperimen – eksperimen ilmiah sambil menggarap tulisan yang mengulas masalah moral. Pada masa itu ia termasuk ilmuwan yang disegani dan tidak hanya pakar di bidang ilmiah, tetapi juga menguasai ilmu kearifan. Tidak heran jika ia juga dikenal sebagai filsuf/ pemikir, pecinta seni, dan humanis berwibawa. Salah satu tulisannya dianggap mengilhami buku Pengembaraan Gulliver, sebuah karya besar sastra Inggris yang ditulis oleh Jonathan Swift pada tahun 1726 yang isinya mengkritik perilaku manusia dan masyarakatnya. Sungguh beruntung Inggris memiliki warga pilihan yang bisa saling memperkaya pengetahuan seperti mereka ini.

Pada tahun 1656 – 1668, Boyle bermukim di lingkungan Universitas Oxford, salah satu universitas tertua di Eropa yang didirikan abad ke – 12. Di sini ia menjadi asisten Robert Hooke, seorang ilmuwan yang membantunya membuat sebuah pompa udara. Saat mengerjakan pompa inilah ia menyadari kemungkinan – kemungkinan ilmiah yang bisa digalinya dari alat tersebut. Ia mempelopori peragaan sifat – sifat udara serta perannya dalam pembakaran, pernapasan, dan pengantaran suara. Semua ini menuntunnya melakukan penemuan bersejarah selanjutnya. Sebagai seorang yang amat dekat kepada Tuhan, ia yakin jiwa manusia lebih mulia daripada jasmaninya. Ia wafat tanggal 30 Desember 1691 di London.