Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

John Ericsson (1803 – 1889) Penemu Alat Pemantau / Monitor Kapal

 John Ericsson  (1803 – 1889) Penemu Alat Pemantau  / Monitor Kapal

Dulu, ketika kapal perang sedang menjelajahi samudra, usaha memantau situasi sejauh mata memandang hanya dengan memanjat tiang. Lalu dengan bantuan teropong atau keker, si pemanjat mengamati keadaan sekitar, apakah ada kapal musuh atau tidak. Saat si pemanjat melakukan tugasnya tentu membutuhkan kewaspadaan ganda. Pertama, ia harus waspada terhadap sasaran tugasnya dan kedua, ia harus waspada terhadap keselamatan dirinya. Jika ceroboh sedikit saja, misalnya karena gerak ombak yang tak terduga, ia bisa terlempar ke laut yang ganas.

John Ericsson  (1803 – 1889) Penemu Alat Pemantau  / Monitor Kapal


Teropong ditemukan pertama kali oleh Lippershey pada tahun 1608 dan oleh Galileo setahun kemudian. John Ericsson kemudian memodifikasi alat pemantau kapal perang untuk membantu tugas si pemanjat pada tahun 1861. Selain teropong kapal, Ericsson juga dianggap berjasa dan tercatat dengan tinta emas sebagai seorang insinyur yang telah berhasil menciptakan baling – baling kapal pada tahun 1837.Baling – baling ciptaannya ini lebih berdaya guna daripada yang diciptakan Stevens 33 tahun sebelumnya.


Adapun alat pemantau atau alat monitor kapal perang ini berupa menara kecil yang dilapisi baja. Lewat lorong menara inilah prajurit yang bertugas memantau situasi melaksanakan tugasnya dengan aman. Tersediannya baja berkat penemuan periuk Bessemer pada tahun 1856 tentu sangat membantu Ericsson dalam menciptakan alat monitor ini. Akan tetapi, bagaimana dengan ide menara kecilnya? Kedengarannya sederhana, tetapi hal ini sungguh merupakan gagasan yang cemerlang saat itu.


John Ericsson lahir di Langbanshyttan, Swedia, pada tanggal 31 Juli 1803. Ia pernah bekerja sebagai juru ukur topografi di dalam angkatan bersenjata Swedia. Taukah kalian apa topgrafi itu ? Topografi berasal dari kata topos yang berarti “tempat” dan grafi yang berasal dari kata graphein yang artinya “menulis”. Kedua kata ini berasal dari bahasa Yunani. Jadi, topografi ialah menggambar serta memberi keterangan secara rinci suatu tempat, kota atau daerah yang biasanya ada pada peta. Pada tahun 1826 Ericsson berangkat ke London. Di sana ia terlibat dalam pembangunan sebuah lokomotif uap bernama Novelty, yang akan diikutsertakan dalam sebuah kompetisi di Rainhill, Lancashire, tahun 1829. Sayang, lokomotif buatan kelompok Ericsson ini gagal meraih hadiah. Namun, insinyur yang tetap mengabdi pada bidangnya ini tidak terpengaruh oleh kegagalan tersebut. Ia juga merancang penempatan mesin – mesin kapal perang di bawah garis air agar terlindung dari sasaran tembakan.


Pada tahun 1833 Ericsson memamerkan mesin kalori bantuannya, yakni mesin yang memiliki sumber energi panas. Seluruh sisa hidupnya tercurah untuk penciptaan mesin ini.Pada tahun 1836 ia mendaftarkan hak paten atas baling – baling kapal ciptaannya. Baling – baling pengerak kapal ini dipakai pertama kali setahun kemudian, yakni pada kapal Francis B. Odgen yang dirancang di London. Beberapa bulan setelah ia memenuhi pesanan dari Angkatan Laut Amerika Serikat, ia berimigrasi ke negara”Paman Sam” itu dan menjadi warga negara AS tahun 1841. Ericsson banyak memperoleh pesanan kapal perang dan sipil dengan dilengkapi perangkat temuannya. John Ericsson wafat pada tanggal 8 Maret 1889 di New York, Amerika Serikat.


Post a Comment for " John Ericsson (1803 – 1889) Penemu Alat Pemantau / Monitor Kapal"